Logo Design by FlamingText.com
Logo Design by FlamingText.com

Minggu, 22 April 2012

Karya Tulis Ilmia


SAMPAH,SUMBER MASALAH YANG BISA MENJADI BERKAH

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Sampah merupakan momok yang sangat berbahaya bagi dunia,karena sampah adalah penyumbang terbesar pencemaran lingkungan , baik pencemaran air,tanah maupun udara. Khusus untuk pencemaran air, dapat menyebabkan menurunnya kualitas air, kurangnya sumber air bersih, merusak ekosistem air, menyebabkan bencana seperti erosi dan banjir, serta menimbulkan wabah penyakit, seperti, tifus, gatal-gatal bahkan kanker.   
Dijalan-jalan banyak kita temui tumpukan-tumpukan sampah yang sudah menggunung dan membusuk. Tetapi, hal itu dianggap wajar dan lumrah dalam masyarakat Indonesia. Bahkan, jika kita lihat sungai-sungai yang dahulunya bersih,jernih dan menjadi sumber mata air warga, kinipun sudah penuh dengan sampah.Baik tua muda, besar kecil, kaya miskin semuanya membuang sampah sembarangan.  Sepertinya, membuang sampah sembarangan sudah menjadi budaya bahkan sudah mendarah daging dalam diri masyarakat Indonesia. Berbeda sekali dengan masyarakat di negara yang telah maju, mereka lebih peduli terhadap lingkungan, mereka selalu membuang sampah pada tempatnya. Sepertinya, pemerintah mereka pun lebih peduli terhadap lingkungan, buktinya di setiap sudut jalan, pasti ada minimal satu tong sampah. Sebaliknya, di Indonesia, di setiap sudut jalan, kita selalu menemui tumpukan sampah.

1.2  Rumusan Masalah

1)      Bagaimanakah dampak sampah  terhadap lingkungan ?
2)      Bagaimanakah dampak sampah terhadap air ?
3)      Bagaimanakah pengelolaan sampah yang baik dan benar ?
4)      Bagaimanakah cara mengubah sampah menjadi berkah ?

1.3  Tujuan

1)      Mengetahui dan mengurangi dampak buruk sampah terhadap lingkungan.
2)      Mengetahui dan mengurangi dampak buruk sampah terhadap air.
3)      Mengetahui dan melakukan pengelolaan sampah dengan baik dan benar.
4)      Mengelola sampah sehingga dapat menjadi berkah.









BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Sampah

            Soewedo menyatakan bahwa sampah adalah bagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri), tetapi bukan yang biologis. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya. Sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.
1)      Berdasarkan sumbernya, sampah dapat dibagi menjadi 6 jenis :
·         Sampah alam
·         Sampah manusia
·         Sampah konsumsi
·         Sampah nuklir
·         Sampah industri
·         Sampah pertambangan

2)      Berdasarkan sifatnya, sampah dapat dibagi mejadi 2 jenis :
·         Sampah organik ( degradable )
·         Sampah anorganik ( undegradable )

3)      Berdasarkan bentuknya, sampah dapat dibagi menjadi 2 jenis :

·         Sampah padat
·         Sampah cair

2.2 Dampak Sampah Terhadap Lingkungan

1.      Dampak terhadap Kesehatan
Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit
.   

2.      Dampak terhadap Keadaan Sosial
Dampaknya akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat, bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana.

3.      Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain

4.      Terhambatnya pembangunan Negara
Dengan menurunnya kualitas dan estetika lingkungan, mengakibatkan pengunjung atau wisatawan enggan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut karena merasa tidak nyaman, dan daerah wisata tersebut menjadi tidak menarik untuk dikunjungi. Akibatnya jumlah kunjungan wisatawan menurun, yang berarti devisa negara juga menurun.

2.3 Dampak Sampah Terhadap Air

1.      Menurunnya kualitas air, karena sampah mencemari sumber-sumber air.
2.      Meningkatnya gangguan kesehatan , karena sampah mencemari sumber air yang biasa digunakan oleh warga sehingga air yang digunakan oleh warga tersebut tercemar dan menimbulkan gangguan kesehatan . Gangguan kesehatan yang ditimbulkan oleh sampah antara lain, gangguan perut seperti, tifus, diare , kolera , gangguan kulit seperti, kadas,kurap,eksim,  dan bahkan dapat menyebabkan kanker.
3.      Menyebabkan bencana, seperti banjir, karena sampah yang ada di sungai menghambat aliran sungai sehingga membuat sungai meluap.
4.      Merusak ekosistem air, karena sampah yang mencemari sungai , laut dan danau beracun sehingga meracuni makhluk-makhluk air.

Untuk mengurangi dampak-dampak negatif yang muncul akibat sampah, maka perlu dilakukan kegiatan pengelolaan sampah.

2.4 Pengelolaan Sampah

Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaur ulangan atau pembuangan dari material sampah. Secara umum pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan prinsip 4R, yaitu :
1)      Reduce, artinya mengurangi sampah
Contohnya, membuang sampah pada tempatnya
2)      Reuse, artinya menggunakan kembali suatu barang.
Contohnya, Menggunakan kaleng bekas sebagai pot tanaman.
3)      Recycle, artinya mendaur ulang barang.
Contohnya, mendaur ulang sampah kertas menjadi kertas baru.
4)      Replace, artinya mengganti barang yang dapat mejadi sampah dengan barang alami.
Contohnya, mengganti kantong plastik dengan daun atau keranjang bambu.
Bila masih menyisakan sampah maka perlu dilakukan metode pembuangan sampah.
Metode pembuangan sampah dapat dibagi menjadi 2 jenis.

1)      Penimbunan darat

Penimbunan darat adalah metode pembuangan sampah yang paling popular di dunia. Penimbunan darat biasanya dilakukan di tanah yang ditinggalkan, lubang bekas pertambangan, dan lubang-lubang dalam. Penimbunan darat apabila dikelola dengan baik dan benar akan menjadi tempat pembuangan sampah yang higienis dan murah. Sedangkan bila tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan masalah lingkungan, seperti mencemari tanah dan mencemari udara.

2)      Pembakaran atau pengkremasian

Pembakaran atau pengkremasian adalah metode yang melibatkan zat sampah. Metode ini dapat dilakukan untuk membuang semua jenis sampah , baik yang padat, cair, maupun padat. Metode ini sangat cocok untuk membuang sampah yang berbahaya, seerti sampah kedokteran . Dampak positif dari metode ini adalah sampah yang di bakar dalam tungku dan boiler dapat menghasilkan energi pnas, uap , dan listrik. Energi listrik dari sampah ini disebut waste to energy. Energi listrik dari sampah ini sudah diuji coba di Indonesia dengan membangun PLTSa ( Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ) Gede Bage di sekitar kota Bandung . Proses pengolahan sampah sehingga dapat menjadi energi listrik adalah dengan cara, sampah dibakar , sehingga dapat menghasilkan kalor, kalor tersebut berfungsi untuk memanaskan air, air yang dipanaskan berubah menjadi uap air, dan uap air itulah yang digunakan untuk menggerakan turbin. Dan akhirnya, gerakan dari turbin itulah yang menghasilkan energi listrik.

2.5 Manfaat Pengelolaan Sampah

Adapun manfaat dari pengelolaan sampah yang benar adalah :

1)      Menghemat sumber daya alam
2)      Menghemat energi
3)      Menghemat lahan TPA
4)      Melestarikan alam
5)      Membuat lingkungan bersih, asri, dan nyaman
6)      Mengubah sampah menjadi barang yang bermanfaat

2.6 Kesadaran Masyarakat

Selain sampah yang harus dikelola, masyarakat juga harus dididik dan diberitahu akan dampak positif dan negatif sampah. Dengan begitu, masyarakat akan lebih peduli terhadap lingkungan dan masa depan bumi kita. Masyarakat juga harus diajarkan tentang jenis-jenis sampah, memilah-milah sampah dan cara mengelolanya. Jika hal ini dilakukan maka niscaya, kita tidak akan melihat Indonesia menangis lagi”.








BAB 3
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

1)      Sampah dapat menyebabkan pencemaran lingkungan baik pencemaran air, tanah, maupun udara.
2)      Sampah dapat mencemari air sehingga dapat menurunkan kualitas air, menyebabkan banjir, kekurangan sumber air bersih, menyebabkan wabah penyakit dan merusak ekosistem air.
3)      Pengelolaan sampah yang baik dan benar adalah dengan melakukan 4R, yaitu, reduce, reuse, recycle, dan replace. Ditambah dengan melakukan metode pembuangan sampah.
4)      Jika sampah dikelola dengan benar, maka dapat meminimalisasi dampak buruk yang timbul, bahkan dapat menjadi berkah.

3.2 Saran

1)      Pemerintah menyediakan sarana tong sampah untuk memisahkan sampah berdasarkan jenisnya kepada masyarakat.
2)      Pemerintah membangun tempat pengelolaan sampah di setiap daerah di Indonesia.
3)      Pemerintah melakukan sosialisai terhadap masyarakat tentang dampak positif dan negatif dari sampah, cara memilah-milah sampah, dan cara pengelolaan sampah.



Daftar Pustaka

Fatimah Muid, M.Sc, 2004, Inspirasi Sains,75, Jakarta, Ganeca Exact

Setiadi Tjandra dan Retno Gumilang Dewi, 2003, Diktat: Pengelolaan limbah industri,
            Bandung, Teknik Kimia ITB

LPPM ITB, 2007, Laporan Akhir Uji Kelayakan Pembangkit Listrik dengan Bahan Bakar 
            Sampah di kota Bandung, Bandung, ITB






Tidak ada komentar:

Posting Komentar